Rabu, 09 April 2014

Liputan6: RSS 0.92

Liputan6: RSS 0.92


Suara PDI-P Jeblok di TPS Iwan Fals

Posted: 09 Apr 2014 05:00 AM PDT

Silaturahmi yang dilakukan calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo kepada musisi Iwan Fals tak berpengaruh pada perolehan suara moncong putih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kediaman musisi legendaris itu.

Hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Suara (PPS) di TPS 04 Leuwinanggung, Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/4/2014) memperlihatkan hasil yang tidak menguntungkan untuk PDI-P.

Di TPS tersebut, suara PDI-P berada di posisi ketiga dengan perolehan suara sebesar 38 pemilih. Diatas PDI-P, bercokol Partai Gerindra dengan perolehan total suara sebesar 40 pemilih.

"Sedangkan urutan pertama di TPS 04 ditempati oleh Partai Amanat Nasional dengan 107 suara, itu gabungan pemilih partai dan caleg," ucap Susanti, perwakilan anggota PPS usai merampungkan proses penghitungan suara untuk DPR RI.

Dikatakan dia, dari 448 orang yang masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT), 43 diantaranya memilih untuk tak menggunakan hak pilih (golput) dalam pemilu legislatif.

Saat melakukan pencoblosan, Iwan Fals sempat menyampaikan dukungannya terhadap proses pelaksanaan pemilu. Ia pun tak menyarankan golput bagi para generasi muda.

"(Mencoblos) itu caranya kita bisa bersuara. Kalau ada apa-apa, (pemimpin) nggak benar, kita nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau milih dan pengurus (pemerintahan) brengsek kan kita bisa protes," ungkap Iwan.

`Duo Sabun Colek` Dari TKW Sampai Tenar di Panggung Dangdut

Posted: 09 Apr 2014 05:00 AM PDT

Nama Duo Sabun Colek kini menghiasi ranah musik dangdut Tanah Air. Grup vokal dangdut beranggotakan Dina Fitriya dan Riskie Sarah Fauziah Noor tersebut ternyata punya kisah di balik namanya yang kini telah sedikit banyak dikenal masyarakat penikmat musik itu.

Mengapa namanya `Duo Sabun Colek`? " Itu background karier kami. Dulunya kami Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong dan nggak jauh-jauh dari sana, kerjaan kami ya mencuci," urai salah satu personel yang akrab disapa Dina Jazz ini ketika menyambangi kantor Liputan6.com, SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu (9/4/2014).

Keduanya kebetulan bekerja pada seorang majikan asal Indonesia yang mempunyai bisnis properti di Hongkong. Dina dan Kiki pun menceritakan perjalan karier mereka sampai akhirnya ditawari karier sebagai penyanyi.

"Pada 2 Oktober 2011, Dina ketemu Om Jan yang kebetulan ada konser Wali di Hongkong di Wang Chai. Om Jan itu ngeliatin Dina terus, Dina ketakutan," terang Dina.

Namun ternyata pria yang disebut Om Jan itu sangat baik. Ia adalah seorang produser yang menawarkan kesempatan menjadi penyanyi. Sempat menolak selama setahun, akhirnya Dina mau mencoba kesempatan ini.

Meski awalnya ia tidak mau karena tidak yakin bisa menyanyi, wanita kelahiran Ngawi, 25 Juni 1984 tersebut mencoba peruntungannya dengan mengajak seorang teman yang bernama Kiki Syarah.

"Aku kan sudah nggak kontak lama, sudah setahun. Tiba-tiba dia (Dian) telepon bilang ngajakin ke Jakarta. Ada yang nawarin nyanyi. Kirain bercanda ternyata malah diajak ketemu produser," kenang Kiki senang.

Setelah menjalani masa trainning pada Januari hingga Agustus 2013, Duo Sabun Colek akhirnya merilis single pertama mereka bertajuk Gatel Gatel Gatel.

[FOTO] Ketua KPU Ikut Pencoblosan di Dekat Rumah

Posted: 09 Apr 2014 04:57 AM PDT

Husni Kamil Manik, Ketua KPU, mencoblos di TPS 014, Pasar Minggu, Rabu (9/4/2014) (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Rumah Totok, One Stop Therapy

Posted: 09 Apr 2014 04:56 AM PDT

Banyak memang bisnis totok wajah di Jakarta, tapi Rumah Totok milik Siska ini terbilang berbeda. Ia mengaku di tempatnya menggunakan segala sesuatu dengan bahan alami dan herbal.

Dahlan Rayu Pencipta Mobil Listrik Tak Kabur ke Jepang

Posted: 09 Apr 2014 04:50 AM PDT

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyayangkan perancang mobil listrik pertama Tuxucy, Ricky Elson yang mulai berpikir ulang untuk bertahan di Indonesia.

Ricky dalam belakangan ini mulai ditawari oleh perusahaan asal Jepang, tempat dulu dirinya kerja sebelum di Indonesia untuk kembali ke Jepang dan mengembangkan ilmunya di sana.

"Sayang ya, banyak orang menyampaikan bagaimana agar ahli Indonesia yang di luar negeri itu bisa kembali, tapi di sini juga begini (kurang dihargai)," jelas Dahlan saat berbincang di rumahnya di Perumahan Sakura Regency, Surabaya, Rabu (9/4/2014).

Dahlan menjelaskan, perjuangannya membujuk dan merayu Ricky untuk kembali ke Indonesia demi mengembangkan mobil listrik ini tidak mudah. Ketika dengan dasar nasionalisme saja, Ricky dikatakan Dahlan masih enggan kembali ke Indonesia mengingat gaji di Indonesia lebih kecil ketimbang dirinya kerja di Jepang.

Namun berkat usaha kerasnya, Dahlan berhasil membujuk Ricky ke Indonesia dengan mengorbankan seluruh gaji Dahlan sebagai Menteri BUMN seluruhnya diserahkan ke Ricky.

"Sudah hampir dua tahun ini saya serahkan semua ke Ricky, itupun masih tinggi gaji dia saat di Jepang walaupun tidak terlalu jauh," jelas Dahlan.

Ketidakpastian keputusan pemerintah mengenai rencana pengembangan mobil listrik ini membuat Ricky berencana kembali ke Jepang dan telah mendapatkan tawaran dari tempat ia bekerja dahulunya.

Mendengar hal itu, Dahlan secara pribadi meminta maaf kepada Ricky karena perjuangannya untuk mengembangkan mobil listrik tak kunjung menemui titik terang.

"Tapi betul, dalam negeri tidak ada sambutan memadahi, boleh dikatakan tidak ada kepastian, sehingga saya minta maaf ke Ricky. Dulu saya bayangkan orang hebat pulang bisa mengabdi ke negaranya dengan mudah karena saya sudah memiliki rencana akan mobil listrik itu," tegas Dahlan.

Hingga saat ini Dahlan mengaku masih menahan Ricky untuk tidak kembali ke Jepang dahulu, dengan batas maksimal dua bulan kedepan.

"Kalau sampai satu dua bulan tidak ada kejelasan, saya mulai mengijinkan, kejelasan mau dikembangkan atau tidak, dia masih anak muda, masa depannya masih panjang, saya tidak mau menggantung masa depannya," pungkas mantan Direktur Utama PLN itu.

Golkar Kalahkan PDIP di TPS 11 Bantar Gebang

Posted: 09 Apr 2014 04:47 AM PDT

Hasil perhitungan suara untuk kursi DPR RI di tempat pemungutan suara (TPS) nomor 11 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang didominasi oleh Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 60 suara, sedangkan Partai Nasional Demokrat tak memperoleh suara sama sekali.

Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, Rabu (9/4/2014) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menempati urutan kedua dengan perolehan sebanyak 43 suara, diikuti Partai Demokrat dengan perolehan 37 suara.

Lebih lanjut, Partai Persatuan Pembangunan mendapatkan 19 suara dan Partai Hati Nurani Rakyat membukukan 14 suara.

Pantauan Liputan6.com, TPS 11 yang berada di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) masih melakukan perhitungan suara.

Adapun, di Kelurahan Sumur Batu terdapat 23 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak ‎7.841. Sementara itu, panitia TPS Kelurahan Sumur Batu menemukan banyaknya surat surat yang tak tercoblos.

Menurut sekretariat kelurahan, ‎Martam, banyaknya pemilih lansia dan tingginya angka buta huruf di wilayahnya menjadi penyebab banyaknya surat suara yang ditemukan dalam kondisi mulus.

Selain itu, terlalu banyaknya daftar yang harus dipilih dan minimnya sosialisasi turut berpengaruh terhadap banyaknya suara yang tidak sah.

Berikut perolehan suara untuk pemilihan DPR RI di TPS 11 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang:

Partai Nasional Demokrat (Nihil)

Partai Kebangkitan Bangsa (7 ‎)

Partai Keadilan Sejahtera (1)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (43)

Partai Golongan Karya (60)

Partai Gerindra (8)

Partai Demokrat (37)

Partai Amanat Nasional (7)

Partai Persatuan Pembangunan (19‎)

Partai Hanura (14)

Partai Bulan Bintang (3)

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (1)

Pasang Surut PDI Perjuangan

Posted: 09 Apr 2014 04:46 AM PDT

Berikut ini perjalanan pasang surut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarno Putri.

TPS Unik Ala Paskibraka di Jakarta

Posted: 09 Apr 2014 04:45 AM PDT

Seluruh pantia KPPS di Kampung Peting, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara mnggunakan seragam ala peserta Paskibraka.

Ini Kata Aburizal Bakrie Soal Golkar di Posisi Ke-2

Posted: 09 Apr 2014 04:44 AM PDT

Aburizal Bakrie beri komentar soal posisi Golkar yang barada diurutan ke-2 setelah PDIP.

Penghitungan Suara Hasil Pemilu 2014 di TPS SBY

Posted: 09 Apr 2014 04:43 AM PDT

Penghitungan suara masih berlangsung di tempat Susilo Bambang Yudhoyono mencoblos di Cikeas, Jawa Barat.

Tahanan KPK Gunakan Hak Pilih Pemilu 2014

Posted: 09 Apr 2014 04:42 AM PDT

Para tahanan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menyalurkan hak pilih mereka pada pemilu 2014.

Bens Kasyafani Siapkan Mental Sebelum Mencoblos

Posted: 09 Apr 2014 04:40 AM PDT

Sebelum menentukan pilihan dalam Pemilu Legislatif, Ben Kasyafani terlebih dahulu mempersiapkan dirinya untuk mengenali siapakah calon yang pantas ia berikan hak suaranya. Hal itu dilakukan agar suami Marshanda itu tak salah pilih orang.

"Persiapan mental dan hati yang pasti sih," kata Ben di TPS 032, Jalan Tegal No.10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014)

Mantan VJ MTV itu pun punya kriteria sendiri siapa yang  yang cocok dijadikan wakil rakyat. Menurut Bens, seorang caleg tak haruslah orang yang terpandang. Kejujuran jadi modal utama untuk mewakili rakyat duduk di kursi dewan.

"Kriteria sih jujur dan bekerja pakai hati. Modal utamanya hati yang bersih," sambung bintang sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini.

Ben ingin Indonesia bisa menunjukan taringnya ke mata dunia. Terlebih Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam.

"Sekarang mempersiapkan harapan-harapan yang lebih baik, menjadi bangsa Indonesia biar bisa berjaya. Apa yang kita punya, harus kita kembangkan," ujarnya.

Nunun Nurbaeti dan Dewi Perssik Nyoblos di Rutan Pondok Bambu

Posted: 09 Apr 2014 04:37 AM PDT

Selebriti dan tahanan kasus korupsi yang menghuni Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, memanfaatkan hak pilih mereka disejumlah TPS.

Antusiasme Warga Difabel Ikuti Pemilu 2014

Posted: 09 Apr 2014 04:35 AM PDT

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkah parah Difabel untuk menggunakan hak pilih pada pemilu 2014

PDIP Menang Telak di TPS Jokowi

Posted: 09 Apr 2014 04:34 AM PDT

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menang telak di TPS tempat Jokowi mencoblos.

Menang Besar di TPS Bojong Koneng, Prabowo: Itu Tetangga Semua

Posted: 09 Apr 2014 04:30 AM PDT

Partai Gerindra unggul telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2, Kampung Curug, Bojong Koneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari 362 pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS itu, partai berlambang garuda ini meraih 343 suara.

Atas pencapaian itu, capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa bersyukur. Menurutnya, kemenangan itu didapat karena dukungan dari para tetangga disekitar tempat tinggalnya.

"Alhamdulilah (kalau menang). Itu kan tetangga-tetangga semua. Saya sudah tinggal lama di situ soalnya," kata Prabowo setibanya di DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu (9/4/2014) petang.

Ia mengaku tingginya suara Gerindra mengungguli parpol lain di TPS itu lantaran dirinya kerap memilihara hubungan baik dengan warga sekitar di kawasan Hambalang. Apalagi dirinya telah lama tinggal di daerah tersebut.

"Prinsip saya bertetangga baik, kita harus ikut sehidup semati. Kalau kita baik, ya itu kan kita sekeluarga. Semangat Indonesia ya kekeluargaan," ungkapnya.

Ia juga mengaku terkesima dengan ibu-ibu yang ikut memilih di TPS itu yang datang dengan penuh kegembiraan seolah sedang menghadiri sebuah hajatan besar.

"Terima kasih kepada pemilih muda, pemula berbondong-bondong ke TPS saya. Ibu-ibu banyak sekali yang kenakan pakaian bagus-bagus. Begitu luar biasanya dengan pakaian baru seperti lebaran ibu-ibu antre di TPS saya," ujar dia.

Mantan Danjen Kopasus itu pun berharap yang sama terjadi di TPS seluruh Indonesia. Dia sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membawa Gerindra menjadi besar. Meski hal ini belum selesai secara keseluruhan, karena ini hari-hari menegangkan.

"Mudah-mudahan di TPS lain seperti ini. Saya ucapkan juga selamat kepada media. Saya ucapkan juga kepada pemilih pertama di TPS saya, paling utama ibu-ibu yang baris dengan tertib. Mudah-mudahan suara akan masuk dengan benar," tandas Prabowo. (Raden Trimutia Hatta)

Kisah Hidup Manisha Koirala Akan Difilmkan

Posted: 09 Apr 2014 04:30 AM PDT

Kisah hidup Sanjay Dutt kabarnya akan difilmkan oleh sutradara ternama, Rajkumar Hirani. Setelah Sanjay, kisah hidup Manisha Koirala juga rencananya akan difilmkan.

Manisha terakhir bermain dalam film besutan Ram Ghopal Varma berjudul Bhoot Returns pada 2012. Seperti dikutip Indiatoday, film ini rencananya akan berkisah dari perjalanan Manisha dari Nepal ke India dan orang-orang di sekitarnya.

Tentu saja tentang kisah perjuangannya melawan penyakit kanker yang sempat menggerogotinya. Untuk menyembuhkan kankernya, Manisha sampai berobat ke New York. Manisha kini aktif dalam kampanye melawan kanker.

Meski rencana film ini sudah dirancang, namun film baru benar-benar berjalan jika sudah ada kesepakatan dengan sang bintang sendiri. Kabarnya, Manisha juga akan dilibatkan dalam penulisan naskah. Maklum, bintang film Mann ini sempat belajar penulisan naskah di New York beberapa tahun yang lalu.

Ekonomi Indonesia Tak Lagi Rapuh Hadapi Keputusan AS?

Posted: 09 Apr 2014 04:29 AM PDT

Berbagai kebijakan yang dilancarkan pemerintah Indonesia demi menghadapi aksi penarikan dana stimulus Bank Sentral Amerika Serikat (tapering The Fed) tampaknya mulai membuahkan hasil. Perekonomian Indonesia perlahan berangsur pulih setelah menerima hantaman dari kebijakan The Fed sejak pertengahan tahun lalu.

Seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (9/4/2014), Indonesia bersama dengan India, Turki, Brasil dan Afrika Selatan merupakan lima negara berkembang yang dikalungi label `The Fragile Five`. Istilah tersebut diberikan bank investasi global Morgan Stanley yang mengungkapkan, perekonomian kelima negara itu akan menjadi yang paling rentan menghadapi keputusan tapering The Fed.

Antara Mei hingga Agustus tahun lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang tercatat meluncur hingga 26%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkulai hingga hampir 224% sejak pertengahan tahun lalu.

Tak hanya itu, para analis juga melihat hantaman yang besar bagi perekonomian Indonesia datang dari pembengkakan defisit perdagangan. Namun setelah aksi jual besar-besaran dan serangkaian kebijakan dilancarkan, ekonomi Indonesia akhirnya berangsur membaik.

Pasar saham menguat 22,5% dari level terendahnya pada Agustus 2013. Tahun ini, IHSG bahkan telah menguat lebih dari 13% dan menjadi yang terunggul di kawasan Asia.

Beberapa perusahaan besar telah mendapatkan keuntungan dari sentimen positif tersebut. Bahkan salah satu perusahaan terbesar Indonesia, Astra International telah mengalami kenaikan harga saham hingga hampir 15% tahun ini.

Tak hanya di pasar saham, rupiah yang sempat menjadi mata uang dengan pelemahan terparah kini telah berubah menjadi salah satu yang terkuat. Nilai tukar rupiah tercatat menguat 7,6% dan mencatatkan penguatan terkuat kedua terhadap dolar AS.

Sementara awal bulan ini, Indonesia juga berhasil mencetak surplus perdagangan yang lebih besar pada Februari sebesar US$ 855 juta. Angka tersebut melampaui ekspektasi para ekonom.

"Seluruh ekonom kami yakin perekonomian Indonesia akan terus membaik dan dapat mengatasi berbagai tantangan yang akan datang," ungkap para analis di Credit Suisse.

Sementara itu, manajer portofolio Blackrock, Joshua Crabb menilai kepercayaan diri mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat baik secara domestik maupun internasional.

"Jika kami terus melihat tren penguatan seperti ini, proyeksi positif akan menghiasi perekonomian Indonesia," ungkapnya.

Namun di samping berbagai optimisme tersebut, para pakar strategi pasar mengatakan, Indonesia masih menghadapi risiko internal dan eksternal. Salah satunya adalah pemilihan umum legislatif yang digelar hari ini dan pemilihan presiden pada Juli.

Sementara itu, perlambatan ekonomi China juga dapat menjadi risiko utama kegiatan ekspor Indonesia. Turbulensi pasar masih mungkin terjadi karenanya.

"Beberapa benturan masih akan menerpa, tapi Indonesia dapat menyesuaikannya dengan cepat dan mengatasi berbagai tantangan yang dikhawatirkan masyarakat," tandas Curb.

 

 

[VIDEO] Angelina Sondakh dan Dewi Persik Gunakan Hak Pilih

Posted: 09 Apr 2014 04:25 AM PDT

Para penghuni Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, juga memanfaatkan hak pilihnya di sejumlah TPS. Selain Dewi Persik terpidana kasus penganiayaan, ada juga terpidana kasus korupsi seperti Angelina Sondakh, Hartati Murdaya, dan Nunun Nurbaiti.

Seperti yang ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (9/4/2014), Dewi Persik tampak akrab bersama Nunun Nurbaeti. Di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, keduanya bahkan terlihat sumringah di tengah-tengah kerumunan wartawan saat menuju TPS 115, tempat mereka menyalurkan hak pilihnya.

Di sudut lain, masih dalam Rutan Pondok Bambu, yakni di TPS 114, tampak pula Angelina Sondakh. Bersama Angie, politikus dari Partai Demokrat ada juga Hartati Murdaya yang juga terpidana kasus korupsi. Meski tidak seakrab Dewi Persik dan Nunun, keduanya berada di bilik suara yang bersebelahan.

Dari keempat narapidana, hanya Nunun Nurbaeti yang bersedia memberi komentar. Meski sudah setahun lebih jadi narapidana tidak ada kesan Nunun lupa atau terkesan pikun saat bertemu wartawan. Padahal di beberapa persidangan sebelumnya Nunun sering mengaku lupa. Sementara itu Dewi Persik dan Angelina Sondakh hanya menebar senyum saat ditanya wartawan usai mencoblos di masing-masing TPS.

Satu lagi tahanan kasus korupsi yang ditahan di rutan ini adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Atut yang mencoblos di TPS 113 tidak tampak di tengah-tengah kerumunan para tahanan yang hendak mencoblos. (Yus Ariyanto)

Baca juga:


[VIDEO] Semangat Kaum Difabel Gunakan Hak Pilih
Ini Artis Peraih Suara Terbanyak di TPS Rhoma Irama
Cegah Golput, TPS di Bekasi Tampil Bergaya Betawi

Surat Suara di Kota Tangerang Banyak yang Tertukar

Posted: 09 Apr 2014 04:23 AM PDT

Surat suara DPRD Provinsi Banten di sejumlah TPS di Kota Tangerang tertukar. Akibatnya, pencoblosan ditunda sementara oleh petugas KPPS setempat.

Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane mengatakan, insiden tertukarnya surat suara untuk DPRD Provinsi Banten terjadi di 6 TPS. Di mana tiga TPS di Tangerang tertukar dengan TPS di Cibodas, Cipondoh, dan Jatiuwung.

"Ada yang tertukar, sementara pencoblosan dihentikan sambil menunggu KPPS menukar surat suara dengan yang benar," kata Pane di Tangerang, Rabu (9/4/2014).

Menurutnya, proses pemungutan suara tetap berjalan sesuai aturan. Jika dalam batas waktu yang ditentukan surat suara tidak sempat ditukar kembali, pemungutan suara dihentikan.

"Pemungutan suara ditutup jam 13.00 WIB, sesuai aturan. Lalu perhitungan suara," ujar Pane.

Terkait jumlah surat suara yang tertukar, Pane belum bisa menyebutkannya. Sebab masih dihitung oleh petugas.

Sementara di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, surat suara yang tertukar terjadi di TPS 58, 59 dan 62. Petugas sempat menghentikan pemungutan suara selama dua jam.

Namun, proses pemungutan suara dilanjutkan kembali tanpa surat suara DPRD Provinsi Banten. Hal itu lantaran batas waktu pencoblosan yang menipis. Ketua KPPS TPS 58 Suryadi mengatakan, ada sekitar 300 surat suara DPRD Provinsi yang tertukar, di mana seharusnya untuk daerah pemilihan (Dapil) 5 berubah menjadi Dapil 6.

Saat pemungutan suara sempat berjalan selama 30 menit, sudah ada 11 surat suara yang tertukar yang telah dicoblos oleh warga. "Hal itu baru diketahui sekitar pukul 07.30 WIB, oleh salah satu warga yang hendak mencoblos. Dia melaporkan kalau caleg yang akan dia pilih tidak ada di dalam surat suara. Setelah dicek, ternyata surat suaranya tertukar. Tapi kalau surat suara DPRD Kota Tangerang, DPD Banten dan DPR RI masih benar," tutur Suryadi.

Kemudian, Suryadi pun langsung menghentikan proses pemungutan suara. Lalu dia melaporkan ke PPS di Kelurahan terkait tertukarnya surat suara. Namun untuk 11 surat suara yang telah dicoblos, pihaknya tetap menyimpannya di kotak suara.

"Setelah dua jam, kita dapat instuksi dari PPS untuk tetap melanjutkan pemungutan suara. Namun tanpa surat suara DPRD Provinsi. Akhirnya yang kita sediakan cuma tiga surat suara untuk DPRD Kota Tangerang, DPD Banten, dan DPR RI," ujar Suryadi. (Raden Trimutia Hatta)