Rabu, 17 September 2014

Liputan6: RSS 0.92

Liputan6: RSS 0.92


Sutradara Venom Carnage Kesulitan Mencari Aktor Utama

Posted: 17 Sep 2014 04:45 AM PDT

Proyek film Venom Carnage yang menjadi spin-off (kisah lain) The Amazing Spider-Man, baru saja memiliki sebuah kabar baru yang diungkapkan langsung oleh sutradara terpilih, Alex Kurtzman.

Dilansir dari Ace Showbiz, Rabu (17/9/2014), sosok yang juga menulis naskah The Amazing Spider-Man 2 itu, membeberkan bahwa ia masih belum memutuskan siapa aktor yang akan berperan sebagai tokoh utamanya, yaitu sang makhluk symbiote bernama Venom.

Dalam berbagai komiknya, kostum symbiote Venom dikenakan oleh beberapa karakter seperti Peter Parker, Eddie Brock, bahkan hingga Harry Osborn. Meskipun begitu, sosok Eddie Brock tetap menjadi ikon Venom sepanjang masa.



Diutarakan oleh Alex Kurtzman, "Saya tidak akan mengatakan itu pilihan yang mudah. Saya akan mengatakan bahwa ada beberapa hal mengenai Venom yang menarik. Venom memiliki beberapa pengulangan yang berbeda, dan ada beberapa hal yang sangat unik, menarik, dan spesifik."

Alex pun turut menambahkan, "Jadi, saya pikir kita semua ingin memastikan bahwa kami kembali membuat pilihan yang tepat untuk karakter yang sangat disukai."

Kepada Comic Book Resources, Alex Kurtzman mengatakan bahwa proyek Venom Carnage masih dalam tahap awal pengembangan. Nama Ed Salomo juga diakuinya sedang didaulat untuk menulis naskah film. "Saya tidak bisa mengatakan banyak hal, tapi saya benar-benar bersemangat dengan proyek itu," imbuhnya.



Dalam waktu dekat, pihak Sony bakal terlebih dahulu merilis film The Sinister Six yang nantinya memperluas dunia Spider-Man dengan memperkenalkan enam musuh besar sang manusia laba-laba itu. Sony menjadwalkan rilis perdana film tersebut pada 11 November 2016.

The Amazing Spider-Man 3 akan menyusul pada 4 Mei 2018 sekaligus menggeser penayangan The Amazing Spider-Man 4 yang akhirnya ditunda. Selain itu, Sony juga berniat membuat proyek film bertema superhero wanita yang diyakini adalah Black Cat. Belum diketahui kapan proyek Venom Carnage bakal dirilis di bioskop Amerika Serikat. (Rul/Feb)

Kenaikan Biaya Transaksi ATM Bukan Ajang Cari Untung Buat Bank

Posted: 17 Sep 2014 04:44 AM PDT

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menaikkan biaya transaksi di Anjungan Tunai Mesin (ATM) Bersama dan ATM Prima sebesar Rp 2.500 menjadi Rp 7.500. Namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini ogah disebut mencari keuntungan dengan keputusan tersebut.

Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi mengaku, kenaikan ongkos transaksi di ATM Bersama dan ATM Prima terpaksa diterapkan seiring dengan pembengkakan biaya operasional perseroan.

"Biaya transaksi ATM naik karena biaya operasional untuk handling cash dan lainnya seperti investasi mesin naik. Jadi kalau nggak di adjust dari Rp 5.000 ke Rp 7.500 nggak fair. Jadi ini buat biaya operasional, bukan cari untung," ucapnya di acara Investor Summit 2014, Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Hery mengatakan, kenaikan biaya transaksi tersebut juga akan mengerek pendapatan non bunga atau fee based income meski diyakini jumlahnya tidak akan signifikan.

"Kalau kenaikannya Rp 2.500, kalikan saja jumlah transaksi. Itu tambahan fee based income kami. Memang tidak besar," sambungnya.

Untuk mencari tambahan fee based income, dia mengaku, pihaknya berencana membuka 300 kantor cabang di tahun ini dan menambah 250 ribu mesin EDC. (Fik/Ndw)

Dompet Cantik Ini Terbuat dari Bulu Anjing yang Rontok

Posted: 17 Sep 2014 04:35 AM PDT

Pengusaha asal Tampa, Doris Carvalho memberikan sentuhan yang berbeda pada karyanya yaitu dengan membuat dompet cantik dari bulu anjing. Dilansir dari Oddity Central, Rabu (17/9/2014) mampu menggabungkan ilmu pengetahuan dengan fesyen. Bulu-bulu anjing yang rontok ia desain sedemikian rupa untuk menjadi sebuah dompet yang cantik.

http://media2.wptv.com/photo/2014/09/10/WPTV-dog-fur-purses_1410376827551_7931369_ver1.0_640_480.jpg

Doris sangat mencintai pekerjaan barunya ini. Ia berharap dapat merubah sudut pandang orang-orang untuk dapat melihat peluang bisnis dari sampah-sampah yang ada disekitarnya. Doris juga tak mencabut bulu anjing namun ia menggunakan bulu-bulu anjing yang rontok saja. Dompet cantik dan halus ini dibanderol oleh Doris seharga US$ 15 ribu atau senilai Rp 178,843,500.

"Dompet ini membuktikan bahwa kita dapat memanfaatkan benda-benda ramah yang ada di lingkungan untuk menjadi sesuatu yang indah. Tak perlu khawatir, tas ini sudah bersih dan aman untuk digunakan oleh segala kalangan," ujar Doris. (Cyn/Ars)

Podolski Pinjam Atribut Ozil Saat Hadapi Dortmund

Posted: 17 Sep 2014 04:32 AM PDT

Hal tak biasa terjadi di laga besar, Borussia Dortmund kontra Arsenal. Bintang Arsenal, Lukas Podolski, harus kehilangan pelindung tulang keringnya.

Seperti video yang diunggah Metro (17/9), dalam laga itu, penyerang Jerman ini masuk menggantikan Mikel Arteta di menit 77. Namun ia nampak kebingungan sesaat sebelum bertanding.

Podolski mencari pelindung tulang kering miliknya yang hilang di bangku cadangan. Sontak hal ini membuat rekan tim lainnya kebingungan mencarinya.

Aaron Ramsey yang berada di sebelahnya pun terlihat bingung saat ditanyai Podolski. Rekan se negaranya, Mesut Ozil, berinisiatif meminjamkan pelindung tulang kering miliknya, Podolski pun menggunakannya sepanjang pertandingan.

Dalam laga itu, skuat asuhan Arsene Wenger ini menelan kekalahan 0-2 dari Dortmund. Gol Dortmund dicetak di menit 45, dan menit 48.

Pelajar Indonesia Raih 2 Award Internasional

Posted: 17 Sep 2014 04:32 AM PDT

Institusi pendidikan dan pelajar internasional di Victoria yang berasal dari berbagai negara termasuk Polandia, China, Indonesia dan Brasil meraih penghargaan dalam ajang Victorian International Education Awards 2014.
Minister for Employment and Trade, Negara Bagian Victoria Louise Asher mengungkapkan bahwa penghargaan yang memasuki tahun kedua ini, merupakan sebuah apresiasi terhadap kontribusi besar penyelenggara pendidikan para pelajar internasional bagi Victoria.

“Pelajar internasional datang ke Victoria karena menyadari sistem pendidikan dan gaya hidup kelas dunia. Pada saat yang sama, mereka memberikan warna tersendiri kepada masyarakat Victoria dan memperkuat hubungan perorangan dan jaringan bisnis dengan negara-negara tetangga dan negara-negara lain di seluruh dunia,” tambah Louise Asher.

“Dengan sistem pendidikan dan institusi pelatihan yang terkemuka, Victoria dikenal secara global akan keunggulan dan inovasi dalam menyajikan pendidikan internasional, baik di dalam maupun luar negeri.”

Louise memberikan selamat kepada Deakin University atas keberhasilan universitas tersebut dalam meraih penghargaan Premier’s Award – International Education Provider of the Year dan memenangkan Excellence in International Education. Selain itu, bersama dengan William Angliss Institute of TAFE, Deakin University juga meraih Excellence in International Education untuk kategori Student Employability and Career Development.

Ucapan selamat juga disampaikan kepada salah seorang mahasiswa William Anglis Intitute of TAFE, Harriyadi Irawan yang berasal dari Indonesia.  Harriyadi menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu penghargaan tertinggi bagi pelajar internasional Premier’s Award for International Education Student of the Year dan penghargaan International Student of the Year untuk kategori Vocational Education and Training (VET). Prestasinya ini diraihnya dalam menempuh pendidikan untuk meraih gelar Advanced Diploma of Hospitality Management.

“Saya memiliki passion dalam bidang Pariwisata dan Perhotelan. Melbourne merupakan pilihan utama untuk meneruskan pendidikan Hospitality Management karena menyajikan pendidikan terbaik dan berbagai pendekatan baru dalam bidang yang saya pelajari. Penghargaan ini merupakan langkah awal bagi saya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Harriyadi.

“Negara Bagian Victoria setiap tahunnya menarik minat sekitar 140.000 pelajar internasional. Sektor pendidikan internasional kini menjadi industri ekspor terbesar Victoria dengan kontribusi terhadap perekonomian mencapai hampir $4,5 miliar dan mendukung perkembangan sekitar 30.000 jenis pekerjaan di tahun 2013,” tambah Louise.

Pemenang penghargaan International Student of the Year berhak atas beasiswa senilai $10.000 untuk biaya-biaya terkait pendidikan di institusi pendidikan Victoria, dan $10.000 juga diberikan bagi pemenang penghargaan Premier’s Award for International Student of the Year.

Pengirim:

Hesty Marsilina

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel, foto atau video seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Jual Aset, Lippo Karawaci Optimistis Target 2014 Bisa Tercapai

Posted: 17 Sep 2014 04:31 AM PDT

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) optimistis target pendapatan perseroan sebesar Rp 11,55 triliun dan laba sebesar Rp 2,8 triliun di 2014 bakal tercapai.

Salah satu alasan di balik keyakinan tersebut adalah aksi korporasi atas penjualan aset Lippo Mall Kemang melalui Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMRT) ke tangan perusahaan properti Singapura.

"Kami akan melakukan satu eksekusi asset inject trust di Singapura, dengan nilai Rp 3,6 triliun," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Selain dari penjualan aset, Liipo Karawaci yakin target tercapai karena ditopang oleh bisnis rumah sakit mereka dimana pada tahun ini akan membuka dua rumah sakit baru.

Proyek kondominium Embarcadero Western Wing Bintaro, Tangerang Selatan,  yang telah terjual 83 persen, penjualan Gedung Perkantoran Holland Village dan proyek pengembangan pusat bisnis di Lippo Village pun juga ikut mendorong pendapatan tang telah ditargetkan Lippo Karawaci tercapai.

"LPKR juga meluncurkan menara baru yang sebelumnya tidak direncanakan untuk dijual yakni Fairview Tower. Peluncuran terbilang sukses dimana LPKR berhasil menjual 281 unit dan membukukan marketing sales sebesar Rp 863 miliar," tambah dia.

Pada semester I tahun ini LPKR membukukan pendapatan Rp 4,109 triliun atau meningkat 34 persen (yoy) dari periode yang sama bulan sebelumnya Rp 3,067 triliun. Ebitda tumbuh 33 persen (yoy) menjadi Rp 1,02 triliun. Laba bersih tumbuh 23 persen (yoy) menjadi Rp 673 miliar. (Amd/Gdn)

Repotnya Beritahu Perokok Bahaya Isap Asap Beracun

Posted: 17 Sep 2014 04:30 AM PDT

Berdebat dengan perokok aktif memang bukan hal yang mudah dilakukan. Selain banyak pembenaran yang biasa diajukan, kaum pengisap racun ini cenderung mencari alasan yang kurang masuk akal jika diminta berhenti. Seperti misalnya bagaimana dengan ladang pekerjaan industri rokok jika tidak ada lagi yang merokok. Padahal memikirkan kesehatan sendiri saja tidak mampu, bagaimana bisa ia memikirkan orang lain.

Hal inilah yang dialami Mantan Walikota Bontang, dr. Sofyan Hasdam, Sp.S. Ketika masih praktik sebagai spesialis saraf, beliau selalu berdebat mengenai kesehatan dengan perokok. Tak jarang, ia pun sering kesal dengan puluhan bahkan ratusan alasan dari para perokok yang tidak masuk akal yang datang padanya sembari membawa berbagai penyakit.

"Perokok itu lucu, banyak sekali alasannya kalau disuruh berhenti. Tapi kalau Anda ketemu dengan mereka, coba bilang seperti yang saya katakan. Begini, Pak, kalau dulu di ICU itu penuh, karena banyak perokok sakit dan dirawat. Tapi sekarang ICU itu penuh bukan lagi diisi perokok. Sebab perokok-perokok itu kebanyakan meninggal di UGD sebelum sempat dirawat di ICU," kata Sofyan saat Semiloka 'Peran Sistem Kesehatan Daerah. yang Terintegrasi dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional di Sudirman, Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Menurut Sofyan, rokok merupakan kendala utama seseorang bisa sehat. Sedangkan, prevalensi kematian akibat rokok aktif dan pasif seperti jantung, stroke sangat tinggi di Indonesia.

Mayangsari Dirangkul dari Belakang Oleh Pria Lain

Posted: 17 Sep 2014 04:30 AM PDT

Sekian lama vakum dari dunia musik, Mayangsari kembali merilis album bertajuk 'Hanya Untukmu' di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014). Yang menarik, istri Bambang Trihadmodjo itu sempat bergoyang bersama awak media.

Maklum saja, bagi seorang penyanyi, meluncurkan album bagaikan melahirkan seorang anak. Senangnya tak terkira. Itupula yang membuat Mayangsari tiba-tiba bersemangat memanggil awak media untuk joget bareng. Mayang melantunkan tembang teranyar 'Hanya Untukmu'.

Bahkan, Mayangsari sempat menarik tangan seorang awak media. Mayang pun menuntun tangan si pria itu untuk merangkulnya dari belakang. Sontak, kejadian itu segera diabadikan para pewarta foto.

Album 'Hanya Untukmu' berisikan tujuh lagu, dimana dua di antaranya diciptakan sendiri oleh Mayangsari. Pasangan Melly Goeslaw dan Anto Hoed didapuk menjadi produser selama proses rekaman.

"Saya senang bisa bernyanyi lagi, karena saya sudah mendapat restu. Saya senang membuat album yang diproduseri oleh Anto dan Melly, semoga bisa mewarnai industri musik indonesia," ungkap Mayangsari.

"Untuk membuat album ini memakan waktu satu tahun. Di album ini, tadinya saya pengin produseri album sendiri. Tapi kemudian saya berpikir, saya bertemu orang yang hebat ini (Melly dan Anto), dan responnya baik. Ini luar biasa banget, ada sinergi yang luar biasa," tutup Mayangsari. (Jul)

Dinkes DKI: Klinik Metropole Sudah Tidak Berizin

Posted: 17 Sep 2014 04:27 AM PDT

Klinik Metropole atau Metropole Hospital tengah ramai jadi perbincangan di media sosial karena sang korban mengaku ditipu. Rupanya yang tertipu tidak hanya masyarakat melainkan juga dinas kesehatan. Karena itu, izin pendirian klinik ini sudah dicabut per akhir Agustus 2014. Bila kini masih beroperasi, itu artinya klinik tersebut tidak berizin.

"Setelah tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi dan ternyata melanggar aturan, maka pada akhir Agustus izin klinik metropole resmi dicabut," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati saat dihubungin Health-Liputan6.com pada Rabu (17/9/2014)

Pada Juni 2014, terang Dien, pihak Klinik Metropole mengajukan diri sebagai klinik dengan kategori praktik pratama. Itu artinya, yang diizinkan untuk berpraktik hanya dokter umum dan dokter gigi saja.

"Kalau praktik pratama , tidak ada dokter spesialis. Namun nyatanya, seiring perkembangannya, pengelola Klinik Metropole justru menyewa tenaga asing. Ini kan, menyalahi aturan," kata Dien menambahkan.

Selain merekrut dokter spesialis asing, Klinik Metropole membuka praktik rawat inap, dan menjalani tindakan operasi yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. "Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan apotek di sana. Itu juga sudah termasuk melanggar," kata Dien menerangkan.

Tindakan paling fatal yang dilakukan Klinik Metropole adalah membuat status klinik tersebut menjadi klinik utama.

"Kalau klinik utama, memang untuk klinik atau rumah sakit yang memiliki spesialis. Tapi, mereka kan tidak seperti itu. Mereka ini bandel, dan membohongi publik," kata Dien.

Melihat Klinik Metropole yang sepertinya acuh terhadap peraturan yang sudah diberlakukan, membuat Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan teguran pada pihak Klinik Metropole.

Bahkan, untuk membuktikan ada yang tidak beres di dalam klinik yang terletak di Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun menurunkan staf yang bertugas melakukan investigasi.

"Staf diminta untuk menyerupai pasien, dan ternyata benar, di sana ada dokter asing dan yang bertindak sebagai translator adalah perawatnya," kata Dien.

"Selain itu, biaya pengobatan di sana begitu mahal. Operasi wasir saja, mencapai Rp 120 juta," kata Dien menambahkan.

Dengan bukti-bukti yang ada, dirasa cukup bagi Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mencabut izin Klinik Metropole pada akhir Agustus 2014.

"Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencabut izin aslinya. Dan mereka seharusnya sudah tidak beroperasi," kata Dien.

Dengan begitu, sejak awal September 2014 Klinik Metropole sudah tidak berizin, dan tidak layak untuk beroperasi.

Dien mengatakan, pihaknya sudah melapor kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, dan Kepolisian. Jadi, bila Klinik Metropole tetap melakukan praktik, bukan menjadi urusan Dinas Kesehatan DKI Jakarta lagi, melainkan pihak kepolisian.

CEO Apple Tim Cook: Aku Bukan Steve Jobs

Posted: 17 Sep 2014 04:20 AM PDT

Pada sebuah acara talk show televisi Charlie Rose, CEO Apple Tim Cook menceritakan kenangannya bersama sang legenda dunia teknologi, mendiang Steve Jobs.

Cook menjelaskan kronologi bagaimana ia dikejutkan oleh Steve Jobs saat diserahi jabatan memimpin Apple pada Agustus 2011 silam. "Kesehatan Jobs buruk saat itu. Dan aku menjabat sebagai CEO interim," papar Cook.

Ia melanjutkan, "Suatu ketika Jobs memintaku datang untuk bertemu. Aku tahu ini urusan penting. Aku pun langsung menemuinya, akan tetapi aku sama sekali tidak tahu apa yang akan kami bicarakan."

Saat bertemu, Jobs pun langsung memberi pesan penting pada Cook. Pendiri Apple itu mengatakan, "Aku sudah berpikir panjang. Apple tidak pernah memiliki transisi profesional di posisi CEO. Saya bertekad kita akan memilikinya satu sekarang. Aku ingin kau (Cook) menjadi CEO."

Cook mengaku terkaget-kaget saat itu. Ia mengaku memang suatu saat jabatan CEO Apple mungkin akan diberikan kepadanya. Namun bukan saat itu, saat Jobs dalam keadaan sakit keras.

Menurut penjelasan Cook, Jobs memilih dirinya justru karena memiliki sifat, karakter, dan pola pikir berbisnis yang berbeda dengan pendahulunya itu. Dengan begini, Cook sangat yakin bahwa tidak ada alasan baginya untuk berusaha menjadi Jobs, atau meniru cara Jobs memimpin Apple.

"Aku tidak pernah punya tujuan untuk menjadi seperti dia (Jobs). Karena aku tahu, aku hanya bisa menjadi diriku sendiri," ungkap Cook.

Jobs dinilai banyak orang -- khususnya para fanboy Apple -- adalah 'dewa' yang memimpin Apple dengan sangat sukses. Inovasi yang dibawa Jobs selalu segar dan dinantikan banyak orang. Di bawah kepemimpinannya, Apple bukan saja sekadar menjadi brand perangkat teknologi, melainkan brand eksklusif yang produk-produknya mampu menjadi pengendali tren di pasaran.

Akan tetapi sepeninggal Jobs performa Apple terlihat terus menurun. Tim Cook memimpin Apple di bawah bayang-bayang nama besar Jobs. Ia pun kerap dituntut untuk dapat bertindak dan melakukan manuver bisnis layaknya Jobs.