Kamis, 25 September 2014

Liputan6: RSS 0.92

Liputan6: RSS 0.92


Produk Ini Jadi Andalan RI di Pasar Bebas ASEAN

Posted: 25 Sep 2014 05:00 AM PDT

Produk garmen tampaknya masih akan menjadi andalan Indonesia untuk mendorong kinerja ekspor dan menghadapi perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Head of Trade Global Trade and Receivables Finance HSBC Nirmala Salli mengatakan sejak dulu hingga saat ini, produk garmen memang telah menjadi salah satu tulang punggung bagi Indonesia dalam menggerakan roda perekonomian.

"Garmen dan tekstil Indonesia tampaknya akan semakin baik kedepan. Sejak dulu garmen memang tulang punggung ekspor," ujarnya ujarnya dalam Media Roundtable : Free Trade Agreement & Trade Forecast di Gedung World Trade Center (WTC) Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Menurut dia, industri garmen bahkan menjadi salah satu yang bisa bertahan menghadapi krisis ekonomi yang beberapa kali pernah melanda Indonesia.

"Pebisnis di Indonesia ini sudah tahan banting, apalagi industri garmen. Dari 1997 itu Indonesia sudah berkali-kali didera krisis. Dollar nyata-nyata merangkak naik sampai sekarang, dari Rp 7 ribu, Rp 9 ribu, sampai Rp 11 ribu mereka tetap bertahan," lanjutnya.

Bahkan ketika pasar utama dari ekspor garmen Indonesia, yaitu Eropa dan Amerika Serikat mengalami krisis, para pebisnis di industri garmen mampu mengalihkan penjualannya pada pasar lokal. Hal ini juga dibantu oleh peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sehingga mendorong kebutuhan akan sandang semakin meningkat.

"Kalau sekarang berkurang karena memang pembelinya sedang krisis seperti Amerika dan Eropa yang sejak 5 tahun lalu mengalami krisis," katanya.

Sementara itu, pesaing Indonesia dalam bidang garmen ini yaitu China, juga tengah mempersiapkan diri untuk berpindah kepada produk ekspor yang memiliki nilai jual lebih tinggi seperti elektronik. Dengan demikian, bukan tidak mungkin posisi China bisa direbut oleh Indonesia.

"Mereka (industri garmen) akan tetap fokus Amerika dan Eropa. Dan sekarang pun China sebagai produsen garmen terbesar akan move on ke IT. Jadi pasar garmen kita ke Asia akan banyak. Garmen kita sekarang juga banyak ke Malaysia dan Afrika," tandasnya. (Dny/Nrm)

3 Alasan Anda Mesti Rutin Periksa Mata

Posted: 25 Sep 2014 05:00 AM PDT

Kapan terakhir kali Anda pergi memeriksakan kesehatan mata ke dokter mata? Bagi yang berkacamata mungkin lebih dari sekali dalam hidup, namun tidak sedikit juga orang belum pernah sama sekali .

Padahal ada baiknya rutin memeriksakan mata tiap tahun untuk mengetahui kesehatan mata. Selain itu, menurut dokter mata asal New York Marc Weinstein, lewat mata juga bisa melihat kondisi kesehatan tubuh keseluruhan.

Jadi, tak ada salahnya untuk pergi memeriksakan kesehatan mata. Berikut, tiga alasannya dilansir dari laman Good Housekeeping, Kamis (25/9/2014).

1. Penglihatan Anda tak sebaik yang dipikirkan
Merasa penglihatan baik dan tak membutuhkan kacamata membuat banyak orang malas pergi ke dokter mata. Padahal menurut dokter Weinstein, kondisi mata bisa saja berubah tanpa disadari. Padahal ketika m

2. Mencegah kerusakan mata lebih parah
"Beberapa problema mata sebenarnya bisa diatasi, namun jika terlalu lama sulit untuk memperbaiki kerusakan tersebut," jelas Weinstein.

Glaukom misalnya, penyakit mata ini gejalanya sulit diketahui pada tahap awal. Namun dengan memeriksakan mata setahun sekali bisa lebih dini mengenali dini permasalahan pada mata.

3. Bisa deteksi penyakit serius
Tekanan darah tinggi dan diabetes bisa diketahui saat pemeriksaan mata dimana kondisi mata tampak melebar. Selain itu, di belakang mata ada saraf optik yang merupakan perpanjangan sistem saraf yang bisa menunjukkan gejala jika ada kelainan saraf.

Microsoft Gencar Gaet Vendor Lokal Demi Windows 8.1

Posted: 25 Sep 2014 05:00 AM PDT

Di tengah rumor kehadiran sistem operasi (OS) Windows 9, Microsoft saat ini tengah gencar mempromosikan Windows 8.1. Tak hanya vendor global, raksasa software ini juga menggaet vendor lokal, termasuk di Indonesia.

Business Group Head Windows Division Microsoft Indonesia, Lucky Gani, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan vendor lokal akan membantu Microsoft membesarkan ekosistem Windows. Karena itu, kerjasama dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Dua produk terbaru vendor lokal yang menggunakan Windows 8.1 adalah Advan Vanbook W80 dan W100. Microsoft membuka kesempatan bagi semua pihak untuk menggunakan Windows 8.1 termasuk untuk tablet dan PC. Wearnes adalah salah satu vendor lokal yang meluncurkan produk berbasis Windows 8.1.

"Advan bukan vendor lokal pertama, karena kami terbuka kepada semuanya. Ini untuk membuat ekosistem Windows menjadi lebih besar di Indonesia," tutur Lucky di Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Diungkapkannya, Microsoft terlebih dahulu mengecek infrastruktur yang dibutuhkan sebelum memasarkan Windows, termasuk versi 8.1. Beberapa pertimbangannya antara lain pilihan harga dan service center.

"Kita harus lihat dulu segmentasi vendor yang kita ajak kerjasama seperti apa dan kita lihat kelebihannya," sambungnya.

Lebih lanjut, Microsoft akan bekerjasama dengan tiga atau lima vendor lokal lain untuk produk Windows dan Windows Phone 8.1 pada tahun ini. Termasuk untuk PC, tablet, dan ponsel. Sayangnya, dia enggan merinci nama-nama perusahaan tersebut.

"Yang terpenting, kami ingin membuktikan bahwa tablet Windows itu tidak harus mahal. Tapi harus sesuai dengan target pasarnya, termasuk di pasar berkembang. Layanan-layanan premium Microsoft seperti Office dan Xbox membuktikan bahwa produk Windows bisa untuk hiburan dan kerja sekaligus," ucap pria berkacamata ini.

Bintang: Gaya Si Macho Joe Taslim, Profil Band Last Child

Posted: 25 Sep 2014 05:00 AM PDT

Bintang, your one stop entertainment and lifestyle update.

Alasan Bek Malaga Cekik Messi

Posted: 25 Sep 2014 04:59 AM PDT

Pengalaman tidak mengenakkan didapat megabintang Barcelona, Lionel Messi saat menghadapi Malaga di laga lanjutan La Liga. Messi dicekik oleh bek Malaga, Wellington Oliviera.

Insiden itu bermula saat kemelut terjadi di depan gawang Malaga. Dalam tayangan video, pemain terbaik dunia empat kali beruntun itu dicekik oleh Wellington dan didorong hingga terjerembab. Messi sempat mengerang kesakitan.

Ricuh dua pemain tersebut menyita perhatian pertandingan di La Rosaleda, kandang Malaga, Kamis dinihari WIB.

Selepas pertandingan, Wellington mengaku emosi saat Messi berbicara kasar terhadapnya. "Dia menyebut saya, son of b***h (bajingan)," aku Wellington sebagaimana dilansir dari Daily Mail.

Karena tindakan tidak terpuji itu, Wellington mendapat kartu kuning dari wasit. Namun peringatan dari wasit Alejandro Hernandez itu dinilai berat sebelah karena seharusnya, kedua pemain diusir keluar lantaran membuat keributan.

Messi sendiri disebut tidak berkontribusi banyak dalam pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol itu. Pemain mungil itu dinilai tidak mampu memberikan pengaruh besar pada tim.

"Kami mencoba bermain seperti biasa, tapi pertahanan Malaga sangat kuat dan kami tidak mampu menemukan jalan keluar hingga akhir pertandingan," ujar pemain Barcelona, Andreas Iniesta.

Baca Juga:
MU Absen di Piala Liga, Rojo Berlibur Keliling London
Inilah 5 Bek yang Jadi Target Utama MU
Fans MU Bujuk Ronaldo dengan Spanduk

Di Balik Layar `Tabularasa` (Part 3)

Posted: 25 Sep 2014 04:45 AM PDT

Film besutan LifeLike Pictures, Tabula Rasa merupakan film yang mengangkat tentang kekayaan kuliner Indonesia. Film yang disutradarai oleh Adriyanto Dewo mengangkat tentang cita rasa kuliner Tanah Air.

Dalam film tersebut bercerita tentang seorang lelaki asal Serui, Papua, yang bernama Hans yang dibintangi oleh Jimmy Kobogau. Dia memiliki cita-cita ingin menjadi pesepakbola profesional.

Mimpi Hans hampir menjadi kenyataan ketika ia direkrut oleh sebuah klub sepakbola asal Jakarta. Namun nasib berkata lain, ketika sampai di Jakarta dirinya terbekap cedera dan pihak klub menerlantarkannya.

Di tengah keputusasaan Hans, akhirnya dia bertemu dengan Mak yang diperankan oleh Dewi Irawan seorang pemilik rumah makan Padang (Lapau). Kemudian Mak mengajak Hans untuk datang ke Lapaunya dan memberikan semangkuk gulai ikan kepala kakap.

Reaksi Nadine Chandrawinata soal Tunangan dengan Moreno Soeprapto

Posted: 25 Sep 2014 04:45 AM PDT

Nadine Chandrawinata dikabarkan sudah dilamar oleh kekasihnya yang merupakan seorang pembalap, Moreno Soeprapto, pria yang sudah memacarinya dua tahun belakangan ini.

Saat ditanya langsung kebenaran tersebut oleh Putri Indonesia 2005, saat mengisi acara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2014), ini jawaban Nadine.

"Saya bicara soal acara mengurangi penggunaan plastik saja," kata Nadine tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Saat ditanya lebih lanjut apakah benar kalau keduanya sudah melakukan sesi foto pre wedding, kakak kandung aktor kembar Marcel Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata itu tetap bungkam.

"Waktunya tidak tepat. Saya di sini untuk mengkampanyekan program ini," elaknya masih tetap tersenyum.

Seperti diketahui kalau Nadine dan Moreno sudah menjalin hubungan asmara sejak 2013. Nadine mengaku sudah mengenal Moreno sejak keduanya duduk di bangku sekolah.

Sebelumya kedua sejoli tersebut juga pernah dikabarkan menikah secara diam-diam, akan tetapi rumor tersebut ditampik oleh Nadine.

Kasus Bioremediasi Disebut Bisa Ancam Bisnis Sub Kontraktor

Posted: 25 Sep 2014 04:44 AM PDT

Vonis kasasi Mahkamah Agung (MA) dalam kasus proyek bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) atas terpidana kontraktor PT CPI, Ricksy Prematuri dan Herland bin Ompo terus menuai kontra.

Itu karena hal ini disebut bisa menjadi ancaman serius bagi perusahaan-perusahaan swasta yang menjadi sub-kontraktor perusahaan swasta lainnya yang memiliki hubungan bisnis dengan pemerintah, BUMN atau BUMD.

Pemerhati hukum kontrak Najib Ali Gisymar, menilai vonis ini sangat berbahaya karena bisa menjadi yurisprudensi.

"Ricksy dan Herland atau perusahaannya mestinya digugat dulu oleh PT CPI sebagai pihak yang berkontrak dengan mereka kalau ada masalah. Namun jika ini tidak terjadi maka pembayaran kepada mereka adalah sah sesuai kontrak,” ujar dia, Kamis (25/9/2014).

Dia menilai apabila proyek bioremediasi dibantu subkontraktor lalu digugat oleh pemerintah dengan alasan apapun, maka sesuai dengan prinsip kontrak, pemerintah hanya boleh menggugat PT CPI saja sebagai pihak yang berkontrak dengan pemerintah dan memakai mekanisme penyelesaian perselisihan sesuai Kontrak Kerja Sama atau production sharing contract (PSC) .

“Sekali lagi, kalau PT CPI tidak pernah mengeluh atau menggugat soal pekerjaan kedua subkontraktor ini dan kenyataan bahwa uang PT CPI-lah yang dipakai bukan dari APBN, maka dakwaan korupsi terhadap kedua terpidana ini keliru,” imbuh dia.

Dikatakan, implikasi vonis kasasi pada kedua subkontraktor Chevron ini sangat serius. Jaksa, polisi atau KPK bisa setiap saat menciduk perusahaan subkontraktor atas tuduhan korupsi apabila ada dugaan bahwa perusahaan yang berkontrak dengan pemerintah, BUMN, atau BUMD berpotensi merugikan negara.

“Jika putusan kasasi ini tidak segera dikoreksi misalnya dengan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) maka vonis ini menjadi yurisprudensi baru dimana setiap subkontraktor yang terlibat dalam sebuah kegiatan proyek dengan perusahaan swasta lainnya yang memiliki hubungan kontrak dengan pemerintah, BUMN atau BUMD bisa diancam pidana korupsi meskipun subkontraktor tadi dianggap telah mengerjakan tugas dan dibayar sesuai kontrak,” lanjut Najib.

Atas vonis dan kasus ini serta demi keamanan dan kelangsungan hidup perusahaan, para subkontraktor disarankan untuk menolak pekerjaan di bidang bioremediasi atau sejenisnya atau tidak perlu ikut tendernya. 

"Biarkan masalah limbah menjadi urusan pemerintah dan hakim agung. Alasannya jelas karena subkontraktor pasti harus berkontrak dengan perusahaan migas yang berkontrak dengan pemerintah sehingga bisa dipastikan dapat menjadi tersangka, terdakwa dan terpidana seperti Ricksy dan Herland,” tutup Najib.

Dalam putusan kasasi, kedua kontraktor PT CPI ini divonis 5 dan 6 tahun penjara karena bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek bioremediasi Chevron.

Dalam dissenting opinion dalam kasus Ricksy ini, Hakim Agung Leopold Luhut Hutagalung menyatakan telah terjadi lompatan-lompatan logika yang menyimpang dari asas-asas hukum perdata sebagai acuan dalam memeriksa perkara pidana itu.

“Apabila dibenarkan cara mengadili kasus seperti ini, implikasinya amat luas sehingga setiap perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan kontrak antara swasta dengan swasta lainnya akan selalu dapat dijadikan sebagai bentuk tindak pidana korupsi jika salah satu pihak swasta tersebut secara kebetulan memiliki kontrak dengan perusahaan negara,” tulis Leopold.

Dalam pendapatnya Leopold menjelaskan hubungan antara terdakwa Ricksy sebagai direktur PT Green Planet Indonesia (PT GPI) dengan Widodo dan Alexia (keduanya karyawan PT CPI) adalah hubungan perdata, yang dalam hukum perdata dianut kebebasan berkontrak dengan pihak-pihak yang berkontrak. Tidak ada pihak yang boleh mencampuri pihak swasta untuk berkontrak.

“Ternyata sebagai direktur PT GPI, terdakwa Ricksy tidak pernah digugat oleh PT CPI sehingga turut campurnya Kejaksaan Agung dalam perkara ini melanggar asas berkontrak dari para pihak swasta dan menjadikan perkara ini menjadi aneh dan mengundang pertanyaan besar,” tulisnya. (Pew/Nrm)

 

Fellaini Siap Buktikan Kemampuan pada Van Gaal

Posted: 25 Sep 2014 04:40 AM PDT

Gelandang Manchester United Marouane Fellaini siap merebut tempat di tim utama lagi. Fellaini berjanji memanfaatkan setiap kesempatan untuk meyakinkan manajer Louis van Gaal agar menjadikannya pilihan utama.

Pemain asal Belgia itu kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya sejak dibeli MU dari Everton tahun lalu. Buruknya performa Fellaini membuat pemain berambut kribo itu kerap dikabarkan akan dijual MU musim panas lalu.

Spekulasi yang berkembang,  Van Gaal mencoret pemain asal Belgia itu dalam proyeksi skuat dan masuk daftar jual. Isu Van Gaal ingin membuangnya dibantah Fellaini. Van Gaal hanya memperingatkannya untuk bersiap menghadapi persaingan sengit untuk menjadi starter.

Permintaan Van Gaal itu disanggupi Fellaini. Pemilik nomor punggung 31 itu akan membuktikan kemampuannya kepada Van Gaal setelah pulih dari cedera akhir bulan ini.

"Saya berbicara dengan Van Gaal. Dia tidak pernah mengatakan saya harus pergi. Dia mengatakan saya harus menghadapi banyak persaingan tapi saya mendapat kesempatan untuk membuktikan," kata Fellaini seperti diberitakan Sportsmole.

"Saya bermain baik di Piala Dunia dan juga selama persiapan saya bagus. Sayangnya saya mengalami cedera sekarang tapi akhir bulan ini saya akan kembali," sambung Fellaini.

Baca Juga:

MU Absen di Piala Liga, Rojo Berlibur Keliling London
Inilah 5 Bek yang Jadi Target Utama MU
Fans MU Bujuk Ronaldo dengan Spanduk

Ketika Nasib Hewan Indonesia di Tangan DPR

Posted: 25 Sep 2014 04:40 AM PDT