Kamis, 14 Agustus 2014

Liputan6: RSS 0.92

Liputan6: RSS 0.92


Demi SCTV, Aliando-Prilly Banyak Minum Jeruk Nipis dan Kecap

Posted: 14 Aug 2014 04:45 AM PDT

Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina saat ini sedang banyak digandrungi para remaja. Berkat sinetron mereka Ganteng-ganteng Serigala di SCTV, Kepopuleran Aliando dan Prilly makin bertambah. Kini, keduanya mengemukakan keterlibatannya dalam acara meriah HUT SCTV yang ke 24.

Demi SCTV, kedua pasangan yang sering terlibat mesra dalam syuting dan keseharian ini mengaku sangat nervous menghadapi hari-H HUT SCTV pada 24 Agustus 2014 mendatang.

"Suara jadi kendala. Suara saya hampir habis. Memulihkan kondisi aku makan jahe, kecap dan jeruk nipis yang banyak," ujar Aliando ketika ditemui usai preskon HUT ke-24 SCTV, di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8/14).



Prilly dan Aliando beserta para pemain GGS yang lain akan tampil live di malam puncak di Istora Senayan, Jakarta Pusat. "Aku juga konsultasi ke dokter, lalu ikut-ikutan Aliando juga minum Jeruk nipis kecap buat pulihin suara," ujar Prilly sambil tersenyum.

Namun, satu hal lagi yang membuat dara cantik itu kebingungan adalah ketika ia harus bermain dengan ekspresi dan perasaannya. Lain halnya dengan syuting yang bisa diulang dan diperbaiki, kali ini Prilly harus ekstra tenaga dan emosi.

"Kalau di televisi kan bisa disiasatin dan minta waktu ke sutradara. Om minta waktu bentar dong buat kumpulin perasaan nangis atau perasaan gembira. Kalau di sini karena live jadi  nggak bisa. Makanya aku dag dig dug banget," cerita Prilly. (Ppt/Ade)

Joy Roesma dan Nadia Mulya 'Curhat' Lewat Buku Moms and The City

Posted: 14 Aug 2014 04:35 AM PDT

Para ibu muda atau wanita yang baru akan menjadi seorang ibu terkadang mengalami berbagai masalah dalam kehidupan mereka. Berbagai ketakutan pun terkadang mereka hadapi mulai dari bagaimana hubungan dengan suami, sulitkah mengurus seorang anak, mudahkah menjadi seorang ibu dan masih banyak lagi.

 

Melihat hal-hal tersebut, Joy Roesma dan Nadia Mulya akhirnya meluncurkan sebuah buku yang bertajuk "Moms and The City." Buku dengan sampul berwarna oranye yang terdiri dari 402 halaman ini menceritakan secara gamblang bagaimana serunya menjadi seorang ibu muda dengan kesehariannya.

 "Melihat ibu muda yang aktif dan modis saat ini, kami juga membahas mengenai fesyen, merawat kecantikan, kehamilan, acara sosial, hubungan ibu dan anak, dan masih banyak lagi," ujar Joy Roesma saat ditemui di Pasific Place, Jakarta Kamis (14/8/2014). 

 

Nadia Mulya pun menambahkan, "Tak hanya wanita saja yang kami wawancara, karena saya juga bertanya kepada bapak muda salah satunya mengenai bagaimana kehidupan seks dengan pasangannya. Semuanya ada dibuku ini, secara gamblang kami sampaikan kepada pembaca," tutur Nadia Mulya.

 

Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa kisahnya tersebut akan dituangkan ke dalam trilogi. "Saya seperti curhat dalam buku ini bersama dengan teman-teman narasumber. Dimana, pada saat kami hamil sangat sulit mencari buku yang santai dan tidak menggurui. Buku ini akan menjadi teman Anda sekaligus tempat pemberi informasi. Kami berharap, para pembaca dapat merasa terhibur setelah membacanya," ujar Nadia. (Cyn/Ars)

Sidang Etik DKPP Diskors, Jimly: Kepala Ini Sudah Panas Rasanya

Posted: 14 Aug 2014 04:35 AM PDT

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie meminta sidang dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ditunda sementara sampai malam nanti. Hal itu disampaikan Jimly saat sidang masih mendengarkan kesaksian pengadu dari kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam mengungkap masalah pembongkaran kotak surat suara.

"Ini mau magrib, saya mengusulkan bagaimana kalau sidang ini ditunda dulu. Kepala ini sudah panas rasanya," ujar Jimly yang disambut gelak tawa peserta sidang di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).

Ketika mengusulkan sidang ditunda tersebut, suasana sidang tengah mendengarkan penjelasan dari Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, sementara antara pengadu dan teradu bahkan saling menginterupsi.

Di sela-sela itu, Komisioner KPU Arief Budiman meminta waktu agar pada sidang yang akan dilanjutkan nanti malam, memberikan kesempatan kepada KPU DKI Jakarta terkait kegiatan membongkar kotak surat suara.

"Sebelum dilanjutkan, kami mohon yang mulia bisa memberikan kesempatan kepada KPU Jakarta untuk membacakan surat keputusan," pinta Arief.

Mendapat permintaan Arief, Jimly pun mempertimbangkan hal tersebut. "Iya nanti malam kita atur," jawab Jimly.

Jimly mengatakan, lantaran semua pengunjung sepakat menunda sidang, dia memutuskan sidang dilanjutkan pada malam nanti dan masih mendengarkan saksi kubu Prabowo-Hatta seperti Syarif, Abdul Karim, Charles Lubis dan Rahardi Mulyanto.

"Baik, sebentar lagi magrib, kita lanjutkan sidang malam nanti tepat pukul 19.30 WIB," tandas Jimly. (Mut)

Genjot Transaksi Non Tunai, Bos BI Minta Diskon Pajak

Posted: 14 Aug 2014 04:34 AM PDT

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo meminta kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengurangi Pajak Penjualan (PPN) setiap kali berbelanja menggunakan transaksi non tunai. Upaya ini bertujuan mendorong pertumbuhan uang elektronik di Tanah Air.

"Kami meminta Kemenkeu untuk mendiskon PPN kalau belanja pakai kartu ATM. Misalnya yang tadinya 10 persen didiskon jadi lebih rendah," ungkap dia saat meluncurkan Gerakan Nasional Non Tunai di Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Diskon pajak, kata Agus, telah berhasil diterapkan di beberapa negara untuk mendorong transaksi non tunai atau Cash Less Society (CLS). "Korea, Meksiko dan Brazil sukses menerapkannya," ucap dia.

Selain itu, tambahnya, perbankan dapat menggenjot transaksi non tunai melalui program lotre. "Jadi kalau belanja pakai ATM, pengguna bisa dapat poin dan diundi untuk memenangkan hadiah. Itu sangat bagus sekali," papar Agus.

Dia menjelaskan, penggunaan transaksi uang tunai setiap tahun bertumbuh 15 persen. Padahal jika memakai transaksi non tunai, maka akan lebih efisien karena transaksi tunai perlu mencetak, mengedarkan dan menerbitkan uang.

Sementara Direktur Ritel dan Komersial Bank BNI, Darmadi Sutanto menyebut penggunaan transaksi dengan kartu kredit mencapai Rp 275 triliun dan debit Rp 175 triliun walaupun terjadi resesi ekonomi.

"Sedangkan transaksi uang elektronik baru mencapai Rp 1 triliun. Jadi perbankan harus lebih aktif menggenjot transaksi non tunai, seperti untuk pembelian tiket TransJakarta dan kereta api commuter line," tandasnya. (Fik/Gdn)

RM Aldilla Kendal Buang Sampahnya ke Sungai

Posted: 14 Aug 2014 04:33 AM PDT

Bupati Kendal Widya kKandi Susanti geram melihat tumpukan sampah di Kalibuntu Patebon Kendal, Kamis, 14 Agustus 2014 tumpukan sampah ini berasal dari Rumah Makan Aldila yang berada di sebelah sungai. Bupati –pun memanggil pejabat yang menangani masalah ini untuk segera memberi peringatan kepada pemilik rumah makan, jika diperingatkan tidak mau akan di berikan sanksi.
 
Tumpukan sampah hingga menggunung di aliran Kalibuntu Patebon Kendal inilah yang membuat bupati Kendal Widya Kandi Kusanti berang. Apalagi bupati mengetahui sampah dibuang ke sungai dari Rumah Makan Aldilla, yang berada di sebelah sungai dari warga bukan dari pejabat terkait. Bupati-pun turun ke lapangan dan mengecek langsung tumpukan sampah yang bisa menghambat aliran sungai ini.

Bupati Kendal memerintahkan dinas terkait untuk memberikan peringatan kepada pemilik rumah makan dan segera mengeruk sehingga tidak menganggu aliran sungai. Bupati mengancam akan menindak pembuang sampah disungai yang banyak dilakukan pengelola rumah makan padahal  pemerintah sudah menyiapkan tempat sampah di sekitar rumah makan tersebut.

Menurut bupati sungai harusnya bebas dari sampah dan warga maupun pemilik rumah makan tidak membuang nya ke sungai. Bupati prihatin sampah yang menumpuk di sungai bisa menyebabkan banjir yang kerap terjadi di Kendal khususnya kawasan kota Kendal.

Bupati mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat terkait pengelola rumah makan yang seenaknya membuang sampah ke sungai bahkan dilakukan selama bertahun-tahun. Bupati mengharapkan warga bisa berperan aktif memberikan laporan jika masih ada warga atupun rumah makan yang membuang sampah ke sungai

Pengirim:

Wahyudi

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel, foto atau video seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Saat ini Citizen6, juga mengajak blogger untuk kolaborasi. Jika punya postingan baru, kirim alamat atau url websitenya ke kami. free.

Saran Kurniawan untuk Timnas Indonesia U-21

Posted: 14 Aug 2014 04:33 AM PDT

Mantan pemain Persija Jakarta, Kurniawan Dwi Yulianto coba memberikan saran untuk tim nasional Indonesia U-21 yang saat ini sedang berjuang dalam turnamen COTIF di Valencia, Spanyol. Menurut Kurniawan, Timnas U-21 harus banyak belajar demi meningkatkan kemampuan hingga bisa bersaing di ajang internasional.

Di turnamen COTIF, Timnas U-21 sudah menelan dua kekalahan. Pada 12 Agustus lalu, mereka takluk 0-4 dari Mauritania U-20. Dua hari berselang giliran Levante U-20 yang mengalahkan tim Garuda Muda dengan skor 0-2.

"Saya tak bisa menyalahkan mereka, sebab persiapannya sendiri hanya beberapa hari," ucap Kurniawan, Kamis (14/8/2014).

Persiapan yang dilakukan Timnas U-21 memang terkesan mepet. Beberapa minggu sebelum berangkat ke Spanyol, PSSI bersama BTN (Badan Tim Nasional) baru membentuk skuat. Keadaan itu dinilai Kurniawan sangat mempengaruhi penampilan para pemain di atas lapangan.

Meski demikian, pria yang pernah membela Timnas Indonesia senior itu tetap memberikan dukungannya untuk skuat asuhan Rudi William Keltjes. Ia menyarankan agar para pemain terus belajar mengambangkan bakatnya masing-masing.

"Mereka sudah berjuang jadi kita harus berikan apresiasi. Mereka tentunya juga tak ingin merasakan kekalahan. Mereka mendapatkan pelajaran bahwa melawan tim-tim Eropa tidak sama dengan yang ditemui di sini. Mereka masih harus belajar banyak," ungkapnya.

Kurniawan sendiri pernah mencicipi sepak bola di daratan Eropa. Pada 1994 sampai 1995, ia tercatat sebagai pemain di Sampdoria primavera dan FC Luzern.

 

Baca juga:

Kalah Lagi, Peluang Timnas U-19 Lolos ke Semifinal Tipis
Rihanna Ingin Beli Liverpool?
Wanita Cantik Ini Siap Rawat Messi Jika Digigit Suarez

Kebakaran Resto di Bandara Soetta Diduga Akibat Korsleting

Posted: 14 Aug 2014 04:31 AM PDT

Sebuah restoran cepat saji di area Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, terbakar, Kamis (14/8/2014). Penyebabnya diduga akibat korleting listrik.

Asap tebal muncul di lokasi sekitar pukul 03.00 pagi. Melihat kepulan asap di sekitar lokasi, petugas keamanan sekitar Terminal 2 pun mulai panik.

Selang berapa lama, tampak 2 unit mobil Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran Bandara Soetta (PPK-SB) diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Menurut Senior Manager Aviatiin Security (Avsec) Bandara Soetta, Pardomuan Butar-Butar, asap tebal yang muncul dari restoran cepat saji KFC, diduga karena korsleting listrik. "Belum bisa dipastikan, tapi diduga karena konsleting," katanya.

Meski tak dipasang police line, restoran KFC tersebut tidak beroperasi. Tampak restoran tersebut hangus di bagian dapur.

Pihak keamanan bandara juga masih terus melakukan pemantauan di restauran yang letaknya di lantai 2 itu. Hingga pukul pagi tadi, pengelola bandara mengeluarkan kebijakan untuk mengalihkan pintu masuk keberangkatan E dan F di Terminal 2.

"Ya, sempat dialihkan ke pintu keberangkatan D1 dan D2. Tapi sekarang sudah normal lagi," ungkap Pardomuan.

Baca juga:
Kebakaran di Resto, Asap Selimuti Terminal 2 Bandara Soetta
Ada Kebakaran, Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi Normal

Penderita Gangguan Jiwa, Sudah Dipasung, Juga Dilarang Berobat

Posted: 14 Aug 2014 04:30 AM PDT

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2013, pasien gangguan jiwa kategori berat dengan prevalensi 46 per 10.000 orang, 14 persen di antaranya atau sekitar 57.000 orang dipasung. Pemasungan tentu membuat pasien gangguan jiwa tak mendapatkan haknya untuk memeroleh pengobatan demi mencapai kehidupan yang lebih baik.

Tak hanya pemasungan, pelarangan mengonsumsi obat, pelarangan menemui psikiater juga menghalangi penyembuhan pasien gangguan jiwa. Sayangnya, Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur hukuman kepada mereka yang memberikan hambatan terhadap pemberian pelayanan kesehatan maupun kesehatan jiwa.

"Saya sudah ubek-ubek tiga undang-undang (UU Rumah Sakit, UU Kesehatan 36 tahun 2009, UU Kesehatan Jiwa tahun 2014  ) tidak ada yang mengatur tentang hal itu," tandas dokter Nova Riyanti Yusuf, SpKJ dalam Diskusi Bulanan PB IDI "Penanganan Kegawatdaruratan Gangguan Jiwa" di Jakarta (13/8/2014).

"Jika ada penghalangan padahal sudah jelas-jelas ada diagnosis, seharusnya kita harus hukum balik orang itu. Ini namanya main-main dengan nyawa manusia," tegas dokter yang kerap dipanggil dengan sebutan Noriyu ini.

Sebenarnya pengobatan pada pasien gangguan jiwa dimaksudkan untuk memulihkan dan menyembuhkan. Menurut DR. dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K) pemberian obat, misalnya pada pasien bipolar berfungsi untuk mencegah episode manik atau depresi datang. Obat yang diberikan berfungsi mengontrol mood pasien bipolar.

"Tak ada salahnya minum obat terus menerus. Pasien diabetes pun melakukan hal tersebut. Yang terpenting pasien bisa menjalani hidup lebih baik. Toh nanti akan ada masa dimana dosis obat yang diberikan lebih rendah," jelas dokter Nurmiati.

Untungnya, pelarangan mendapatkan pengobatan pada pasien kesehatan maupun gangguan jiwa ini akan dimasukkan ke dalam Peraturan Pemerintah Kementerian Kesehatan RI mendatang.

Yang Istimewa di Ultah ke-24 SCTV

Posted: 14 Aug 2014 04:30 AM PDT

SCTV akan memasuki usia ke-24 tahun tepat 24 Agustus 2014 mendatang. Sebagai kado bagi pemirsa, SCTV akan memberikan sajian teristimewa. Serangkaian acara telah dipersiapan dalam menyambut pergantian usia stasiun televisi kesayangan keluarga.

Dimulai dari tanggal 23 Agustus dengan tayangan Barclays Premier League (BPL) kemudian dilanjutkan dengan acara variety show yang telah disiapkan untuk menemani pemirsa SCTV. Selama 24 jam non stop, SCTV akan memberikan program-program khusus dalam rangka ulang tahun SCTV.

"Kami memberikan sajian teristimewa khusus untuk pemirsa setia kami. Malam puncaknya akan ada perayaan di tanggal 24 dengan menampilkan sederet artis ternama. Ini sebagai bukti betapa SCTV begitu mencintai para pemirsa," ujar Harsiwi Achmad selaku Direktur Program dan Produksi saat menggelar jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).

Perayaan HUT SCTV Ke-24 akan menampilkan sederet artis ternama yakni Smash, Cherrybelle, Last Child, Five Minutes, Agnez Mo, pemain Ganteng-ganteng Serigala, dan masih banyak lagi. Seluruh pengisi acara telah siap untuk memberikan penampilan teristimewa mereka.

"Beberapa band akan melakukan kolaborasi. Semuanya telah kami persiapkan untuk menghadirkan sebuah terobosan baru yang tentu saja berbeda dari ulang tahun sebelumnya. Mudah-mudahan SCTV selalu dicintai pemirsa dan juga artis SCTV lainnya. Kami ingin selalu memberikan yang teristimewa," tutur Harsiwi Achmad.

Tidak hanya menyajikan hiburan, SCTV juga akan memberikan kelahiran secara gratis kepada 24 bayi di seluruh Indonesia. Sama seperti sebelumnya, SCTV akan membiayai seluruh proses persalinan yang bertepatan dengan hari ulang tahun SCTV. (Fir/Ade)

Gunung Slamet Siaga, Tenda Pengungsian Diaktifkan

Posted: 14 Aug 2014 04:27 AM PDT

Pemkab Banyumas, Jawa Tengah melakukan antisipasi atas naiknya status Gunung Slamet menjadi Siaga dengan mendistribusikan masker. Selain itu, Pemkab Banyumas juga menyiapkan jalur evakuasi, kesiapan logistik dan mendirikan tenda untuk pengungsian.

Koordinator Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Slamet Didi Rudwianto mengatakan, pemkab telah menyediakan 125 ribu masker.

"Sebagian besar telah dibagikan kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah rawan terdampak," ujar Didi saat ditemui di Banyumas, Kamis (14/8/2014).

Selain itu, Didi menambahkan, pihaknya juga telah mengaktifkan 3 posko untuk pengamatan Gunung Slamet. Yakni pos di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, kemudian Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden dan Dusun Sunyialangu, Desa Semaya, Kecamatan Karanglewas.

"Ketiga posko tersebut beroperasi selama 24 jam untuk memantau secara visual Gunung Slamet," kata Didi.

Berdasarkan pengamatan dari Pos Pemantauan Gunung Slamet di Gambuhan, Pemalang, Kamis mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, teramati 9 kali sinar api pijar dengan ketinggiaan 50-400 meter dan 26 kali dentuman sedang sampai kuat serta 9 kali suara gemuruh.

"Untuk kegempaan tercatat 20 kali gempa letusan dan 85 kali gempa hembusan," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Slamet di Gambuhan, Sudrajat.

Sedangkan pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, Gunung Slamet lebih sering tertutup kabut. Menurut dia, dari pemantauan yang dilakukan, asap hembusan tinggi 200 meter serta adanya letusan abu setinggi 200-400 meter dan terdengar 3 kali dentuman sedang hingga kuat.

"Kegempaan tercatat 17 kali gempa letusan dan 82 kali gempa hembusan. Sampai sekarang, status Gunung Slamet siaga dan daerah steril pada radius 4 kilometer dari puncak," tutur Sudrajat. (Sss)